Diposting tanggal: 17 November 2011
Potensi Daerah
Wilayah Kabupaten Banyuasin yang sebagian besar berupa dataran rendah pesisir memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi sentra pertanian tanaman pangan dan perkebunan. Selain itu, daerah ini juga memiliki potensi yang tak kalah menariknya di sektor lainnya seperti peternakan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, dan lain sebaginya. Untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah dan sedang melakukan kerjasama baik dalam lingkup regional, nasional dan internasional.
Dalam lingkup nasional program yang telah dilaksanakan diantaranya adalah dalam bidang pertanian misalnya Rice Estate Telang I yang merupakan penanganan terpadu secara vertical dan horizontal produksi beras di kawasan pertanian pasang surut. Kegiatan ini dilakukan bekerjasama dengan Perum BULOG Divisi Regional Sumatera Selatan. Sedangkan dalam lingkup internasional, kerjasama yang dirintis diantaranya dengan Pemerintah Belanda melalui Rijkwaterstaats dan IHE-Delf, JICA Musi River Basin, serta pengusaha China untuk benih padi hibrida.
Sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan
Beberapa lokasi yang dibuka dan dikembangkan untuk persawahan dengan masukan teknologi yang tepat dan pengelolaan air yang memadai telah memberikan hasil yang mampu menyamai persawahan beririgasi. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa daerah ini sangat prospektif bagi kegiatan investasi di sektor pertanian. Sedangkan tanaman perkebunan yang terbukti potensial untuk dikembangkan antara lain adalah karet, kelapa, kelapa sawit, dan kopi. Karet dapat dikembangkan di lahan kering. Kelapa, kopi (varietas tertentu) dapat dikembangkan di lahan pasang surut. Sedangkan kelapa sawit dapat dikembangkan baik di lahan kering maupun pasang surut.
Untuk potensi sektor peternakan, wilayah kabupaten ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sentra peternakan. Potensi tersebut tidak hanya dilihat dari keunggulan komparatif wilayah semata, tetapi juga letaknya yang strategis terhadap pasar yang membawa keunggulan kompetitif bagai sektor perternakan.
Pada sektor pertanian dan peternakan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah menetapkan 9 program pembangunan, yaitu inventarisasi dan evaluasi potensi, optimalisasi pra panen, penanganan pasca panen/produksi, lumbung modern dan unit usaha mandiri, sub terminal agribisnis, farm model lahan rawa lebak dan pasang surut, terminal argibisnis di Pangkalan Balai dan Betung, penguatan kelembagaan, perbenihan, penyuluhan dan pelatihan, serta pemanfaatan lahan baru dan lahan tidur.
Sektor Perikanan
Di sektor perikanan, Kabupaten Banyuasin memiliki potensi yang besar terutama kegiatan budidaya perikanan darat dan laut, serta penangkapan di perairan umum. Wilayah pesisir daerah ini telah dikenal sejak lama sebagai sentra perikanan laut, seperti di Sungsang dan Sembilang. Hal ini tercermin dari besarnya produksi perikanan yang dihasilkan. Dari perikanan laut saja, pada tahun 2000 diperoleh 29.140 ton hasil laut dengan nilai Rp. 138,4 miliyar.
Pada sektor ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah menetapkan program pengembangan perikanan dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Program tersebut diwujudkan dalam bentuk perbaikan teknik penangkapan, pengolahan hasil perikanan, silvo-fisheries dan rehabilitasi lahan dan hutan, penguatan kelompok dan modal usaha, teknologi rawa dan pesisir, evaluasi tata ruang wilayah, pesisir dan muara sungai, subterminal agribisnis agroindustri perikanan, peningkatan sarana prasarana dasar desa tertinggal, serta pusat pelayanan dan laboratorium teknologi terapung.
Sektor Industri dan Perdagangan
Di sektor industri dan perdagangan daerah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sentra industri kecil dan menengah untuk mendukung industri besar dan pasar potensial yang berada di Kota Palembang. Kota Palembang sebagai pusat perdagangan regional dan salah satu gerbang ekspor di masa depan diharapkan mampu memacu perkembangan industri dan perdagangan di wilayah hinterland yang salah satunya adalah wilayah Kabupaten Banyuasin.
Sektor Pariwisata
Di sektor parawisata, Kabupaten Banyuasin memiliki potensi ekowisata manca negara di Taman Sembilang yang merupakan salah satu dari dua situs Ramsar lahan basah yang ada di Indonesia. Bahkan kawasan Sembilang telah ditunjuk menjadi Taman Nasional Sembilang berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 76/kpts-ll/2001 tentang Penunjukan Kawasan Hutan dan Perairan di Wilayah Sumatera Selatan. Potensi wisata di kawasan ini meliputi wisata mangrove, pengamatan burung dan wisata budaya pesisir. Selain Sembilang, daerah ini juga potensial bagi agrowisata pangan, hortikultura, dan perikanan di wilayah periferal Kota Palembang dan di kawasan tepi dan muara sungai.








Pengunjung Online : 5
Pengunjung Hari Ini : 100
Total Pengunjung : 2754